NEWS:

  • Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025
  • Dari Kaltim ke Panggung Nasional, Prof. Rahmawati Resmi Jadi Pengurus Pusat IKAL Lemhannas RI
  • Ngobrol Keselamatan Lalu Lintas Bareng Komunitas, Jasa Raharja dan Korlantas Proaktif Respons Cepat Kecelakaan
  • Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, KKI Kaltim Perkuat Sinergi Strategis dengan BPS Kaltim
  • KKI Kutai Timur, Gerakan Baru dari Daerah untuk Menata Masa Depan Kependudukan Kalimantan Timur

HetifahSAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terpilih menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia Tahun 2022. Agenda tahunan bertajuk “Berkreasi Pulihkan Ekonomi Negeri, Jiwa dan Raga Spirit Nusantaraku” digelar mulai hari Ini Senin 19 September 2022 sampai 23 September 2022. Pada pembukaan, acara tersebut dihadiri oleh perwakilan 32 provinsi dengan 18 spot pameran dan 51 karya.

Turut hadir dalam acara TKTB, Hetifah Sjaifudian Wakil Rakyat dapil Kaltim sampaikan apresiasinya. “Apresiasi kepada para pihak penyelenggara, utamanya Pemprov Kaltim yang telah memastikan kelancaran dan kemeriahan acara. Penyelenggaraan dan tema tahun ini menjadi spesial, mengingat tahun lalu acara diadakan secara online dan dampak Covid-19 pada sektor seni dan kebudayaan kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hetifah juga memaknai lebih jauh pelaksanaan TKTB di Kaltim. “Penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah TKTB juga bermakna lebih luas, mengingat Kaltim telah ditunjuk sebagai IKN Indonesia.  Diprediksi bahwa 1,9 juta orang akan menjadi warga IKN pada 2045. Tentu pertukaran budaya akan terjadi secara masif. Pelaksanaan TKTB di Kaltim sebagai simbol bahwa Kaltim siap menjadi wadah seni budaya nasional,” ujar politisi Golkar tersebut.

Hetifah juga menyoroti ancaman tergerusnya budaya asli Kaltim. “Beberapa bahasa dan seni budaya Kaltim terancam punah karena kelangkaan bahan baku, penutur, dan pengrajinnya. Oleh karena itu, TKTB juga menjadi pengingat seni, budaya, serta bahasa asli Kaltim harus terus direvitalisasi agar tidak menghilang. Jangan sampai tergerus kebudayaan baru,” paparnya.

Terakhir, Hetifah tegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan pelaku budaya nasional. “Ke depannya, saya juga berharap agar pemajuan kebudayaan juga dapat memberi dampak positif pada sisi ekonomi pelaku budayanya. Jadi bukan budayanya saja yang lestari, namun masyarakat pelakunya juga sejahtera,” pungkasnya.

Warta Kaltim @2022-Juliati

Baca Juga...


 

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »