NEWS:

  • Kolaborasi Budaya Safety di Jalan Raya, Jasa Raharja Hadir di Tengah Komunitas Ojol Rawa Buaya, Jakarta
  • Dorong Transportasi Publik yang Berkeselamatan, Jasa Raharja Lakukan Kunjungan Kerja ke Perum DAMRI Station Kemayoran
  • Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik 
  • Jasa Raharja Hadir di Apel Persiapan Pengamanan Lebaran 2026 Wilayah Jawa Timur, Perkuat Sinergi Pengamanan Periode Arus Mudik dan Balik
  • Jelang Idulfitri 2026, Jasa Raharja Dukung Penguatan Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas dan Kesiapan Jalan yang Berkeselamatan

FIB UNMULPASER – Tim peneliti dari FEB Universitas Mulawarman yang dipimpin oleh Dr. Yana Ulfah, SE. M.Si, Ak, CA, bersama anggota tim Dr. Set Asmapane, SE, M.Si, Ak., CA, CTA, CPA, CFrA. dan Alan Smith Purba, SE, M.Ak, baru-baru ini menyelesaikan kajian mendalam mengenai implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) pada koperasi Merah Putih di Kecamatan Longikis. Memasuki tahun 2025, transformasi standar akuntansi menjadi isu krusial bagi keberlangsungan koperasi. Penelitian menyoroti bagaimana transisi dari SAK ETAP ke SAK EP mempengaruhi tingkat transparansi keuangan dari dua sudut pandang utama: pengelola dan anggota koperasi.

Transparansi Bukan Sekadar Angka

Dr. Yana Ulfah menjelaskan bahwa penerapan SAK EP membawa perubahan signifikan pada kualitas informasi keuangan. "SAK EP menuntut pelaporan yang lebih detail dan relevan. Bagi pengelola koperasi Mareah Putih di Longikis, standar ini adalah alat untuk membuktikan profesionalisme. Sementara bagi anggota, ini adalah jaminan keamanan atas hak dan simpanan mereka," ujarnya. Dalam temuan lapangan, tim peneliti mencatat beberapa poin penting:

  1. Akuntabilitas yang Meningkat: Penggunaan SAK EP meminimalisir celah manipulasi data karena prosedur pencatatan yang lebih ketat dan terstandarisasi secara nasional.
  2. Kepercayaan Anggota: Anggota koperasi merasa lebih percaya diri dalam melakukan pengawasan saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) karena laporan keuangan tersaji dengan parameter yang jelas.
  3. Akses Permodalan: Koperasi yang telah menerapkan SAK EP memiliki posisi tawar yang lebih baik di mata perbankan dan lembaga donor untuk mendapatkan suntikan modal usaha.

Tantangan di Lapangan

Meski berdampak positif, Dr. Set Asmapane menekankan adanya tantangan dalam hal kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). "Masih terdapat kendala teknis dalam memahami kompleksitas SAK EP. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan akademisi sangat diperlukan agar koperasi Merah Putih di Longikis tidak tertinggal dalam arus modernisasi akuntansi," tambah pakar akuntansi tersebut.

Mendorong Kemajuan Koperasi Lokal

Melalui penelitian ini, Alan Smith Purba, SE, M.Ak berharap pemerintah Kabupaten Paser dapat memberikan dukungan lebih dalam bentuk pelatihan aplikasi akuntansi berbasis SAK EP. Harapannya, koperasi di Kecamatan Longikis tidak hanya menjadi soko guru ekonomi secara teori, tetapi juga menjadi entitas bisnis yang transparan, akuntabel, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi penguatan kapasitas koperasi, khususnya di wilayah perdesaan dan kecamatan yang sedang berkembang.

Warta Kaltim @2025-Jul

WARTA TERKAIT

WARTA UPDATE

« »